Sebuah penelitian oleh Professor Richard Wiseman dari University of
Hertfordshire Inggris, membuktikam ada perbedaan tindakan antara orang
yang beruntung dengan mereka yang sial.
.
Misalnya, ketika diminta menghitung, berapa jumlah foto dalam koran yang
dibagikan.Wiseman kepada dua kelompok itu, orang-orang dari kelompok
sial memerlukan waktu rata-rata dua menit untuk menyelesaikannya.
Sementara mereka dari kelompok beruntung, hanya perlu beberapa detik
saja.
.
Perbedaan waktu antar keduanya ini mengambarkan adanya respon yang
berbeda terhadap sebuah obyek. Ternyata pada halaman kedua Wiseman telah
meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung
sekarang! Ada 43 gambar di koran ini. Orangorang beruntung menemukan
tulisan itu. Sementara, orang-orang sial melewarkan tulisan ini dan
asyik menghitung gambar. Lebih ironic lagi, di tengah-tengah koran,
Wiseman menaruh pesan lain yang berbunyi: "Berhenti menghitung sekarang
dan bilang ke peneliti, Anda menemukan ini, dan menangkan $250!"
Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan itu!
.
Anda mungkin gemas dengan perilaku orang-orang sial itu. Tapi Anda
mungkin juga menjadi bagian dari mereka. Anda protes? Itu hak Anda. Yang
penting, Anda mengenal diri Anda. Sebelum Anda mengenal diri Anda lebih
dalam, berikut ada sajian yang membedakan mereka yang beruntung dari
mereka yang sial.
.
Sikap terhadap peluang.
.
Orang beruntung terbuka terhadap peluang. Mereka peka, pandai, dan cepat
bertindak ketika peluang itu datang. Orang-orang beruntung rileks dan
terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka mudah berinteraksi
dengan orangorang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan
sosial baru. Sedangkan si sial, mudah tegang sehingga tertutup terhadap
kemungkinan- kemungkinan baru.
.
Mungkin ini berlebihan menurut penilaian Anda. Tapi Barnett Helzberg,
seorang pemilik toko permata di New York telah membuktikannya. Suatu
ketika ia berjalan di depan Plaza Hotel. Tanpa sengaja kupingnya
menangkap suara seorang wanita yang memanggil pria di sebelahnya: "Mr.
Buffet!" Seketika Helzberg berpikir, jangan-jangan pria di sebelahnya
itu Warren Buffet. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya. Dan
betul, ternyata dia adalah Warren Buffet salah seorang investor terbesar
di Amerika. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama
sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya
secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet
setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul
beruntung.
.
Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
.
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi. Mayoritas
keputusankeputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung
berdasarkan bisikan "suara hati"-nya. Tapi intuisi ini akan sulit
didengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.
Bagi Anda yang berniat melatih intuisi, ada beberapa metode, misalnya
melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan
pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering
digunakan, intuisi Anda juga akan semakin tajam.
.
Anda mungkin bertanya, seperti apa sih suara hati itu? Jawabannya
sederhana saja. Anda mungkin pernah mengalami, perasaan deg-degan, atau
meriang yang tiba-tiba. Bila Anda merasakan hal tersebut, jangan
cepat-cepat asosiasikan dengan sesuatu yang negatif. Badan kita sering
memberi isyarat-isyarat tertentu yang harus kita maknakan. Bisa saja
Anda tiba-tiba saja merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melintas
di suatu tempat pada suatu waktu. Ketika itu Anda memiliki perasaan yang
begitu kuat. Anda mengagumi gedung itu. Suara hati Anda
berkata..."suatu waktu saya harus berkantor di sini!" Saban hari Anda
merasakannya semakin kuat dan semakin kuat kala melihatnya. Di suatu
waktu, tanpa Anda sadari, Anda telah bekerja di gedung itu.
.
Selalu berharap kebaikan akan datang.
.
Orang yang beruntung ternyara selalu "ge-er" terhadap kehidupan. Selalu
berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap
mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa
mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.
Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses
yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan
menceritakan optimisme dan harapan.
.
Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan
merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi
baiknya. Kembali ke riset Wiseman, dalam salah satu sesi tea, ia meminta
peserta untuk membayangkan sedang berada di sebuah bank yang tiba-tiba
diserbu kawanan perampok bersenjata. Peserta diminta mengutarakan reaksi
mereka. Orang dari kelompok sial mengatakan "wah sial benar ada di
tengah‑tengah perampokan begitu". Sementara orang beruntung berkata
"untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk
media dan dapat duit". Apapun situasinya orang yang beruntung mampu
beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
Sampai di sini, terserah Anda untuk mendefinisikan siapa diri Anda. Tapi
bagi yang sial ada sekolah keberuntungan bikinan Prof Wiseman. Sekolah
ini punya satu kurikulum namanya Luck Diary atau buku harian
keberuntungan. Jika Anda masuk sekolah ini, tugas Anda hanya satu,
setiap hari, Anda harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang
terjadi.
.
Anda dilarang keras menuliskan kesialan Anda di buku ini. Begitu Anda
bisa menuliskan satu keberuntungan, besoknya Anda akan semakin mudah
dari semakin banyak menakat keberuntungan Anda.
.
Dan ketika Anda melihatnya beberapa hari ke belakang, Anda akan merasa
betapa beruntungnya Anda. Dan semakin Anda memikirkan betapa
beruntungnya Anda, semakin banyak lagi lucky events yang datang pada
Anda. Jadi, sesederhana untuk menjadi si untung. Anda pun bisa
beruntung. Kita semua..
.
.
Sebuah penelitian oleh Professor Richard Wiseman dari University of
Hertfordshire Inggris, membuktikam ada perbedaan tindakan antara orang
yang beruntung dengan mereka yang sial.
.
Misalnya, ketika diminta menghitung, berapa jumlah foto dalam koran yang
dibagikan.Wiseman kepada dua kelompok itu, orang-orang dari kelompok
sial memerlukan waktu rata-rata dua menit untuk menyelesaikannya.
Sementara mereka dari kelompok beruntung, hanya perlu beberapa detik
saja.
.
Perbedaan waktu antar keduanya ini mengambarkan adanya respon yang
berbeda terhadap sebuah obyek. Ternyata pada halaman kedua Wiseman telah
meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung
sekarang! Ada 43 gambar di koran ini. Orangorang beruntung menemukan
tulisan itu. Sementara, orang-orang sial melewarkan tulisan ini dan
asyik menghitung gambar. Lebih ironic lagi, di tengah-tengah koran,
Wiseman menaruh pesan lain yang berbunyi: "Berhenti menghitung sekarang
dan bilang ke peneliti, Anda menemukan ini, dan menangkan $250!"
Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan itu!
.
Anda mungkin gemas dengan perilaku orang-orang sial itu. Tapi Anda
mungkin juga menjadi bagian dari mereka. Anda protes? Itu hak Anda. Yang
penting, Anda mengenal diri Anda. Sebelum Anda mengenal diri Anda lebih
dalam, berikut ada sajian yang membedakan mereka yang beruntung dari
mereka yang sial.
.
Sikap terhadap peluang.
.
Orang beruntung terbuka terhadap peluang. Mereka peka, pandai, dan cepat
bertindak ketika peluang itu datang. Orang-orang beruntung rileks dan
terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka mudah berinteraksi
dengan orangorang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan
sosial baru. Sedangkan si sial, mudah tegang sehingga tertutup terhadap
kemungkinan- kemungkinan baru.
.
Mungkin ini berlebihan menurut penilaian Anda. Tapi Barnett Helzberg,
seorang pemilik toko permata di New York telah membuktikannya. Suatu
ketika ia berjalan di depan Plaza Hotel. Tanpa sengaja kupingnya
menangkap suara seorang wanita yang memanggil pria di sebelahnya: "Mr.
Buffet!" Seketika Helzberg berpikir, jangan-jangan pria di sebelahnya
itu Warren Buffet. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya. Dan
betul, ternyata dia adalah Warren Buffet salah seorang investor terbesar
di Amerika. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama
sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya
secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet
setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul
beruntung.
.
Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
.
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi. Mayoritas
keputusankeputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung
berdasarkan bisikan "suara hati"-nya. Tapi intuisi ini akan sulit
didengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.
Bagi Anda yang berniat melatih intuisi, ada beberapa metode, misalnya
melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan
pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering
digunakan, intuisi Anda juga akan semakin tajam.
.
Anda mungkin bertanya, seperti apa sih suara hati itu? Jawabannya
sederhana saja. Anda mungkin pernah mengalami, perasaan deg-degan, atau
meriang yang tiba-tiba. Bila Anda merasakan hal tersebut, jangan
cepat-cepat asosiasikan dengan sesuatu yang negatif. Badan kita sering
memberi isyarat-isyarat tertentu yang harus kita maknakan. Bisa saja
Anda tiba-tiba saja merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melintas
di suatu tempat pada suatu waktu. Ketika itu Anda memiliki perasaan yang
begitu kuat. Anda mengagumi gedung itu. Suara hati Anda
berkata..."suatu waktu saya harus berkantor di sini!" Saban hari Anda
merasakannya semakin kuat dan semakin kuat kala melihatnya. Di suatu
waktu, tanpa Anda sadari, Anda telah bekerja di gedung itu.
.
Selalu berharap kebaikan akan datang.
.
Orang yang beruntung ternyara selalu "ge-er" terhadap kehidupan. Selalu
berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap
mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa
mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.
Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses
yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan
menceritakan optimisme dan harapan.
.
Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan
merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi
baiknya. Kembali ke riset Wiseman, dalam salah satu sesi tea, ia meminta
peserta untuk membayangkan sedang berada di sebuah bank yang tiba-tiba
diserbu kawanan perampok bersenjata. Peserta diminta mengutarakan reaksi
mereka. Orang dari kelompok sial mengatakan "wah sial benar ada di
tengah‑tengah perampokan begitu". Sementara orang beruntung berkata
"untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk
media dan dapat duit". Apapun situasinya orang yang beruntung mampu
beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
Sampai di sini, terserah Anda untuk mendefinisikan siapa diri Anda. Tapi
bagi yang sial ada sekolah keberuntungan bikinan Prof Wiseman. Sekolah
ini punya satu kurikulum namanya Luck Diary atau buku harian
keberuntungan. Jika Anda masuk sekolah ini, tugas Anda hanya satu,
setiap hari, Anda harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang
terjadi.
.
Anda dilarang keras menuliskan kesialan Anda di buku ini. Begitu Anda
bisa menuliskan satu keberuntungan, besoknya Anda akan semakin mudah
dari semakin banyak menakat keberuntungan Anda.
.
Dan ketika Anda melihatnya beberapa hari ke belakang, Anda akan merasa
betapa beruntungnya Anda. Dan semakin Anda memikirkan betapa
beruntungnya Anda, semakin banyak lagi lucky events yang datang pada
Anda. Jadi, sesederhana untuk menjadi si untung. Anda pun bisa
beruntung. Kita semua.
`kaskus`
blog ini adalah tempat untuk menyalurkan inspirasi dan imajinasi saya, lewat otak di tulis kan oleh keyboard bersatu padu menjadi sebuah karya !
suarakan
Banyak orang mengira aku manusia merayap ,seperti serangga ,yang hanya bisa merayap menyentuh tanah tidak jauh di tempat sekitar.
aku memang merayap, dengan merayap aku autodidak ,dan dengan autodidak aku bersayap.
terserah karena penilaian persepsi ,harus menerima, aku akan tetap merayap, bila saat nya aku bersayap ,aku akan terbang, terbang lalu lalang di kota tercinta mungkin bukan hanya kota ,tapi aku akan terbang membaluti dunia.
kehidupan saya terus bermakna, terus berwarna, dari tahun ketahun ,ini karena orang orang memotivasiku, orang orang yang indah bila di pikirkan oleh otakku, lalu siapa mereka? mereka adalah orang tuaku, sahabat-sahabatku, dan guru-guruku, terutama guru-guruku yang tegar memberiku ilmu kepadaku. mereka semua mempunyai nasib tidak istimewa, tidak mempunyai mobil dan tidak mempunyai rumah mewah, namun mereka berhasil membuatku berpikir bahwa mereka adalah sejarah bagi kehidupanku, disini aku mulai terbangun, kacamataku mulai luas penglihatan, seperti elang yang terbang di atas bayang bayang, impianku sedikit demi sedikit mulai berubah, yang tadi nya ingin merubah nasib diri sendiri sekarang tidak hanya ingin merubah diri sendiri tapi juga ingin merubah nasib bangsa indonesia munkin ini terlalu “jaim” dan “aneh”, di samping melihat para manusia di tanah air mulai bertingkah “hancur”, kalo anda bertanya kenada anda tidak berkaca, saya seperti ini karena sudah berkaca ,saya bersumpah ingin berubah, kalo bukan kita siapa lagi.
apakah kamu sama dengan saya ? mari bergabung di blog saya ,disini anda boleh sharing ,boleh beri saya ilmu ,boleh curhat, atau boleh berekpresi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar